Metode Keranjang Takakura: Langkah Pemanfaatan Sampah Oleh Tim Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Hasanuddin Di Kabupaten Bantaeng

- Penulis

Kamis, 29 Agustus 2024 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTAENG,FILALIN.COM,– Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Melalui Metode Keranjang Takakura berhasil dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Hasanuddin pada tanggal 23 Juli 2024 Hal ini merupakan langkah pengaplikasian Teknologi Tepat Guna pada Kelompok Tani Dusun Paku-pakua, Desa Borongloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

Zan Azisah Asmal, anggota Tim Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Borongloe sekaligus penggagas dan penanggung jawab program, mengatakan teknologi yang tim lakukan cukup sederhana namun membawa dampak yang lurasbiasa kepada masyarakat.  Bahan yang digunakan adalah sampah organik hasil rumah tangga yang faktanya sering dibuang langsung ke laut. Hal ini juga diharapkan menjadi solusi bagi para petani yang sering mengeluh harga pupuk yang selalu naik.

Ia juga menjelaskan proses program ini dimulai dengan mengajarkan petani di Dusun Paku-Pakua membuat Cairan Mikroorganisme Lokal (MOL) menggunakan makanan dan minuman fermentasi serta sampah kulit buah dan sayuran sebagai bahan dasar utama pengembangbiakan bakteri dalam media pupuk takakura. Selanjutnya, dilaksanakan pembuatan Tempat Pengembangbiakan Bakteri (TPB) di Sekretariat Dusun Paku-Pakua dengan menggunakan Cairan Mol yang telah dibuat dan mencampurkan bahan lainnya (Tanah Humus, Dedak Jagung dan Sekam) kedalam keranjang takakura.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panen Pupuk Takakura buatan tim Mahasiswa UNHAS Desa Borongloe bersama mitra yaitu Kelompok Tani Paku-Pakua dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2024 dan menghasilkan 10 kg pupuk organik takakura. Percobaan penggunaan pupuk dimulai pada tanaman cabai milik petani di Dusun Paku-Pakua.

”Alhamdulillah, sekarang sudah kita lihatmi pupuk kompos pakai keranjang yang diajari adek-adek UNHAS ini sudah jadi. Karena diajari dari awal, jadi kita tahu caranya, sudah ada alat-alatnya juga jadi bisa kita teruskan bikin untuk nanti-nanti” keterangan Amman selaku anggota Kelompok Tani Paku-Pakua. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK SULEL SULBAR PERKUAT INKLUSI KEUANGAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI DESA SUMARE
SAPA Kampus Berdampak: Kolaborasi BBPOM di Makassar dan Universitas Hasanudin Berikan Manfaat Nyata Bagi UMK
Wajib Tahu, Ada Hal Yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan
Pria Lompat dari Jembatan Kembar Gowa, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Jeneberang
MaRI Piknik 2026 Hadirkan Kolaborasi Olahraga, Kreativitas, dan Edukasi di Tengah Kota Makassar
OJK DAN ILO LUNCURKAN ENTERPRISE RESOURCE PLANNING, TINGKATKAN AKSES PEMBIAYAAN PETERNAK SAPI PERAH
Pelindo Regional 4 & Kejati Sulsel Perkuat Tata Kelola Perusahaan
Mercure Makassar Nexa Pettarani Gelar Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Bersama TVRI Sulsel
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:32 WITA

OJK SULEL SULBAR PERKUAT INKLUSI KEUANGAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI DESA SUMARE

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:21 WITA

SAPA Kampus Berdampak: Kolaborasi BBPOM di Makassar dan Universitas Hasanudin Berikan Manfaat Nyata Bagi UMK

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:16 WITA

Wajib Tahu, Ada Hal Yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WITA

Pria Lompat dari Jembatan Kembar Gowa, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Jeneberang

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:27 WITA

MaRI Piknik 2026 Hadirkan Kolaborasi Olahraga, Kreativitas, dan Edukasi di Tengah Kota Makassar

Berita Terbaru