Penuh Haru! Bayi di Manado Dievakuasi Pakai Box saat Banjir

- Penulis

Sabtu, 28 Januari 2023 - 15:09 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Filalin.com, Manado – Seorang bayi ditolong menggunakan box saat banjir melanda sejumlah wilayah di kota Manado. Hal ini kemudian mencuri perhatian publik.

Banjir yang melanda Kota Manado terjadi pada 27 Januari 2023 malam. Banjir tersebut membuat beberapa rumah tergenang banjir dan kendaraan terbawa arus air.

Dalam video yang dibagikan oleh salah satu akun Twitter, terlihat tiga pria sedang berenang sambil mendorong box. Ternyata, box tersebut berisi bayi untuk dievakuasi ke tempat yang aman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Polisi Pastikan Wanita yang Dibakar di Kota Sorong Bukan Penculik Anak

Mendadak video itu mencuri perhatian publik. Banyak pula yang mendoakan keselamatannya.

“Deeeee sayanggg ya ampunnn semoga kamu sehat selamat ya nak. Sakit hati bangat liatnya, kamu pasti kedinginan,” tulis @gin***.

“Ya ampun kasian bangat anaknya, semoga selamat semuanya dan banjir cepat surut,” tukas @beb***.

“Ya Tuhan selamatkan keluarga dan bayi ini,” tambah netizen.

Diketahui, banjir di Kota Manado telah merendam kurang lebih 400 rumah di 34 kelurahan dan 9 kecamatan.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 9.382 orang terdampak banjir di Manado.

“Banjir dengan tinggi muka air yang berkisar antara 80-300 sentimeter itu telah berdampak pada 3.013 KK atau 9.382 jiwa dan merenggut satu korban jiwa,” ungkap PIt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari (28/1/2023).

Baca Juga: Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi Dijadikan Tersangka

Tak hanya banjir, tanah longsor juga menerjang sejumlah kawasan di Kota Manado.

Dilansir dari CNN Indonesia, peristiwa tanah longsor juga berdampak pada 63 KK dan terbagi di beberapa titik yang tersebar di 22 desa/kelurahan dan 7 kecamatan. Rumah rusak ada sebanyak 53 unit termasuk 1 tempat ibadah.

Saat ini, 1.021 warga harus mengungsi di sejumlah titik pengungsian, yakni di Kecamatan Tikala sebanyak 209 jiwa, Kecamatan Paal 2 ada 261 jiwa, Kecamatan Tuminting ada 50 jiwa, Kecamatan Singkil sebanyak 460 jiwa dan Kecamatan Wenang ada 41 jiwa.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecah Kebuntuan Konflik Menahun, DPR Sahkan RUU Reforma Agraria Demi Keadilan Rakyat
BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Rawat Silaturahmi di Tanah Rantau, KKLR Peringati Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim
Karya Kreatif Indonesia 2026: Umkm Indonesia Makin Berdaya, Makin Mendunia
PENGUATAN INTEGRITAS PASAR MODAL JADI PRIORITAS UTAMA
HUT ke-58 BPJS Kesehatan:  Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama
Buah Manis Kolaborasi ABG BBPOM di Makassar dan Unhas: Terbitkan 15 Nomor Izin Edar, Wujudkan Kemandirian Sediaan Farmasi dan Pangan di Indonesia
Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 08:40 WITA

Pecah Kebuntuan Konflik Menahun, DPR Sahkan RUU Reforma Agraria Demi Keadilan Rakyat

Selasa, 8 September 2026 - 10:07 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:07 WITA

Rawat Silaturahmi di Tanah Rantau, KKLR Peringati Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:56 WITA

Karya Kreatif Indonesia 2026: Umkm Indonesia Makin Berdaya, Makin Mendunia

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:55 WITA

PENGUATAN INTEGRITAS PASAR MODAL JADI PRIORITAS UTAMA

Berita Terbaru