Warga Makassar Minum Oli karena Dianggap Obat, BPOM: Berbahaya dan Tidak Layak Dikonsumsi

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 17:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Aksi seorang warga di Kota Makassar yang nekat mengonsumsi oli dengan alasan sebagai obat menuai perhatian publik. Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya karena oli bukanlah produk yang diperuntukkan bagi konsumsi manusia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa oli sama sekali tidak masuk dalam kategori pangan maupun obat yang aman digunakan.

Ia menjelaskan bahwa kandungan kimia dalam oli berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara langsung. Risiko yang dapat terjadi antara lain kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sangat berbahaya karena oli memang bukan untuk dikonsumsi. Kandungan bahan kimianya bisa merusak organ tubuh,” jelas Yosef.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas kebenarannya, terutama terkait klaim pengobatan yang tidak memiliki dasar ilmiah.

BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk yang dikonsumsi serta memastikan bahwa produk tersebut telah terdaftar dan memiliki izin edar resmi.

Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, menyampaikan secara tegas:

“Tentunya oli tidak masuk kategori pangan dan tidak boleh dikonsumsi, karena memang tidak diperuntukkan untuk konsumsi manusia. Bahan-bahan kimia dalam oli tentu bisa berisiko pada kesehatan dan mempengaruhi organ-organ vital kita seperti hati dan ginjal. Jadi tindakan minum oli sangat tidak patut untuk dicontoh. Kita harus menjadi konsumen yang cerdas dan bijak yang mampu melindungi diri dan keluarga yang kita sayangi dari tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri.”ujarnya Kamis (9/4).

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarangan mencoba metode pengobatan yang tidak terbukti aman, serta selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkah Warga Pegunungan Kini Semakin Aman, Pertamina Resmikan Rehabilitasi Jembatan Gantung Kaluppini di Enrekang
Toyota Hilux Rangga Jadi Andalan Bisnis di Sulawesi,   Kuasai 51,4% Market Share Pick Up Medium 
Kalla 10K Hadir dengan Konsep Baru, Gandeng PASI dan Bidik Pelari Makassar
Unit Kamneg Satintelkam Polresta Gowa Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian, Terendus Lewat Media Sosial
Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder
Mendorong Jiwa Wirausaha Digital, FIKOM UIT Gelar PKKMB 2026
BERGERAK BERSAMA MENJAGA PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT DAN MENDORONG KEMITRAAN YANG SETARA DI WILAYAH MALUKU
Lakukan Pengamanan Lahan SHM di Desa Harapan, LSM P2KH Minta Polres Lutim Cegah Benturan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:21 WITA

Langkah Warga Pegunungan Kini Semakin Aman, Pertamina Resmikan Rehabilitasi Jembatan Gantung Kaluppini di Enrekang

Rabu, 23 September 2026 - 16:42 WITA

Toyota Hilux Rangga Jadi Andalan Bisnis di Sulawesi,   Kuasai 51,4% Market Share Pick Up Medium 

Rabu, 23 September 2026 - 13:18 WITA

Kalla 10K Hadir dengan Konsep Baru, Gandeng PASI dan Bidik Pelari Makassar

Rabu, 23 September 2026 - 07:53 WITA

Unit Kamneg Satintelkam Polresta Gowa Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian, Terendus Lewat Media Sosial

Rabu, 23 September 2026 - 07:45 WITA

Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi melalui Sharing with Stakeholder

Berita Terbaru