MAKASSAR,FILALIN.COM, –Nipah Sport Week (NSW) 2026 kembali digelar dengan menghadirkan konsep yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya menambah cabang olahraga, ajang tahunan yang digelar di Nipah Park Makassar ini juga mengusung tema “Game On, Waste Gone” sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Sales & Marketing General Manager Kalla Land & Property, Rasmila Sari Suaib, mengatakan perkembangan Nipah Sport Week tidak lagi hanya diukur dari jumlah cabang olahraga maupun atlet yang berpartisipasi.
“Tahun ini ada 25 cabang olahraga, terdiri dari 17 cabang yang dipertandingkan dan 8 cabang ekshibisi. Tapi tantangan terbesar bagi kami adalah bagaimana pengalaman pengunjung dan peserta terus berkembang dari tahun ke tahun,” ujar Mila dalam konferensi pers.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mila mengungkapkan, target peserta tahun ini sebenarnya sebanyak 2.000 atlet. Namun angka tersebut sudah terlampaui sejak penyelenggaraan tahun lalu yang diikuti sekitar 2.683 atlet.
“Rasa syukur itu tidak boleh berhenti sampai di sana. Kami harus terus kreatif dan melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Karena itu tahun ini kami menghadirkan kejutan dengan berkolaborasi bersama Rasa Pasar,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab Nipah Park untuk menghadirkan penyelenggaraan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Mila menjelaskan tema “Game On, Waste Gone” dipilih untuk menggabungkan olahraga, kreativitas, dan semangat keberlanjutan.
“Kami ingin setiap orang menyadari bahwa setiap aktivitas memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. Nipah hadir sebagai ruang publik dengan konsep green building, sehingga keberlanjutan harus menjadi bagian dari seluruh aktivitas yang ada di sini,” jelasnya.
Ia mengatakan limbah yang dihasilkan dari berbagai kegiatan tidak selalu harus berakhir menjadi sampah.
“Selama kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan perbaikan, limbah itu masih bisa diolah menjadi sesuatu yang baru dan lebih bermanfaat. Itulah yang ingin kami sampaikan melalui tema tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Rasa Pasar, Reza, mengatakan pihaknya melihat komitmen besar dari manajemen Nipah Park dalam mengelola limbah selama penyelenggaraan acara.
“Tim operasional Nipah sangat terbuka memberikan akses kepada kami untuk mempelajari alur pengelolaan sampah di area ini. Dari situ kami melihat peluang untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama event berlangsung,” kata Reza.
Ia menilai penyelenggaraan sebuah acara umumnya identik dengan penggunaan berbagai material baru yang akhirnya menjadi sampah. Namun melalui kolaborasi ini, limbah seperti plastik hingga sampah elektronik akan diolah kembali menjadi karya seni.
“Bagaimana kita mengalihfungsikan benda-benda yang sudah tidak terpakai menjadi patung atau instalasi seni yang bisa dipajang di ruang publik. Jadi orang datang bukan hanya menyaksikan pertandingan olahraga, tetapi juga melihat bagaimana limbah bisa memiliki nilai baru,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Nipah Sport Week 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga terbesar di pusat perbelanjaan di Makassar, tetapi juga menjadi kampanye nyata tentang pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan. (*)




















