MAKASSAR,FILALIN.COM, – Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 melaksanakan kegiatan lokakarya berupa pemaparan hasil pelaksanaan program Smart Hydro-Feed Farming di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 15.30 WITA dan menjadi salah satu tahapan penting dalam menyampaikan capaian program sekaligus mendorong keberlanjutan program di tingkat desa.
Lokakarya ini dihadiri oleh tim pengelola Smart Hydro-Feed Farming serta aparat Desa Tinggimae. Dalam kegiatan tersebut, Tim Cara’de memaparkan berbagai hasil yang telah dicapai selama pelaksanaan program, mulai dari penerapan konsep integrasi pertanian dan perikanan, pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan, hingga mekanisme pengoperasian dan pemeliharaan sistem yang telah dikembangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemaparan tidak hanya berfokus pada hasil program, tetapi juga memberikan pemahaman kepada tim pengelola mengenai tata kelola dan keberlanjutan Smart Hydro-Feed Farming setelah rangkaian kegiatan PPK Ormawa berakhir. Tim pengelola diberikan penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan, pemanfaatan sarana yang telah tersedia, serta pentingnya pemeliharaan agar program dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tinggimae.
Ketua Tim Cara’de, Yunita Azzahra, menyampaikan harapannya agar program yang telah dirintis bersama dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan tim pengelola di Desa Tinggimae.
«“Kami berharap ketika program kami sudah selesai, tim pengelola dapat melanjutkan program Smart Hydro-Feed Farming secara mandiri. Apa yang telah kami bangun selama pelaksanaan PPK Ormawa ini bukan hanya berhenti pada kegiatan mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tinggimae,” ujar Yunita Azzahra.»
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan sejak awal sehingga manfaat dari program tidak berhenti setelah masa pendampingan Tim Cara’de selesai. Kolaborasi antara tim pengelola, aparat desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi modal dalam menjaga keberlangsungan serta mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.
Kegiatan lokakarya kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama tim pengelola dan aparat desa. Diskusi membahas berbagai hal terkait pengelolaan, pemeliharaan, pengembangan program, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan setelah berakhirnya program PPK Ormawa 2026.
Melalui kegiatan ini, Tim Cara’de BEM KMF TP UH menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan inovasi melalui Smart Hydro-Feed Farming, tetapi juga mempersiapkan proses transfer pengetahuan dan pengelolaan agar program dapat berkelanjutan di Desa Tinggimae. Lokakarya ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian tim pengelola sehingga program yang telah dikembangkan dapat terus memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. (*)




















