Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Aksi Nyata Hari Bumi: Pertamina FT Parepare Tanam Pohon Endemik di Kebun Raya Jompie

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 12:45 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE,FILALIN.COM, –Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Fuel Terminal (FT) Parepare melaksanakan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman pohon endemik Sulawesi di kawasan konservasi Kebun Raya Jompie, Kota Parepare pada Sabtu (26/4).

 

Fuel Terminal Parepare yang merupakan salah satu unit operasional bisnis Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran distribusi energi di wilayah Sulawesi bagian barat dan sekitarnya. Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, FT Parepare juga berkomitmen untuk menjalankan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aktivitasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Beberapa jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain Kayu Hitam, Buah Merah, Mundu, Bintagus, Menjelit, Sendani, Bintagur, Brindleberry, dan Lemengkuk. Seluruhnya merupakan tanaman endemik Sulawesi yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

 

Fuel Terminal Manager FT Parepare, Adhi Warsito, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata integrasi prinsip keberlanjutan dalam operasional distribusi energi Pertamina.

 

“Hari Bumi menjadi momentum refleksi bagi kita semua. Melalui aksi penanaman pohon endemik ini, Pertamina FT Parepare ingin berkontribusi dalam menjaga warisan keanekaragaman hayati Sulawesi. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa pertumbuhan industri energi berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan,” ujar Adhi Warsito.

 

Kebun Raya Jompie merupakan kawasan konservasi yang juga menjadi binaan FT Parepare dalam program pelestarian keanekaragaman hayati lokal. Dukungan yang diberikan Pertamina meliputi penyediaan bibit tanaman langka, penguatan kapasitas pengelola, pengembangan sarana edukasi lingkungan, digitalisasi informasi tanaman melalui pemasangan barcode, serta pelatihan UMKM lokal melalui program eco edu wisata.

 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

 

“Komitmen kami terhadap keberlanjutan tidak hanya sebatas pada operasional energi, tetapi juga diwujudkan dalam upaya konkret menjaga lingkungan dan memberdayakan komunitas lokal. Program ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dengan mengurangi emisi karbon melalui peningkatan tutupan hijau; SDG 15 tentang Menjaga Ekosistem Daratan melalui pelestarian spesies tanaman endemik yang kian langka; serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara pemerintah daerah, komunitas lingkungan, akademisi, dan Pertamina. Melalui langkah-langkah ini, kami berharap dapat membangun masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan,” jelas Fahrougi.

 

 

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Wali Kota Parepare, Dandim 1405/Mlts, Kapolres Parepare, Komandan Brigif 11/BS, Komandan Brimob Parepare, Kepala SKPD Kota Parepare, Kepala KPH Bila, Ketua Forum Komunitas Lingkungan, dan Ketua LSM Lingkar Hijau. Keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

 

Melalui langkah konkret seperti penanaman pohon endemik, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat kolaborasi antara sektor industri dan pelestarian alam, membangun masa depan energi yang bertanggung jawab untuk generasi mendatang. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menembus Lumpur dan Sungai, Perjuangan Membawa Terang hingga Pelosok Sulawesi Selatan
Kedatuan Luwu Tindak Lanjuti Sengketa Lahan Mangade To Magi di Luwu Timur
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah, Perkuat Pembiayaan Sektor Riil
Hari Kedua IIFS 2026 di Makassar, OJK Fokus Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan
Golkar Sulsel Tunda Musda Enrekang, Tunggu Surat Diskresi DPP 
Melaju Kencang! Progres 77 Persen Bawa Jalan Tani Kalebarembeng Dekat Garis Akhir
21 Daerah di Sulsel Beralih ke Bank Syariah, OJK Dorong Integrasi Industri Keuangan
DARI GAYA HIDUP AKTIF HINGGA FINANSIAL SEHAT, OJK AJAK MASYARAKAT SULSEL CINTAI KEUANGAN SYARIAH
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:58 WITA

Menembus Lumpur dan Sungai, Perjuangan Membawa Terang hingga Pelosok Sulawesi Selatan

Selasa, 3 November 2026 - 20:23 WITA

Kedatuan Luwu Tindak Lanjuti Sengketa Lahan Mangade To Magi di Luwu Timur

Selasa, 3 November 2026 - 19:54 WITA

OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah, Perkuat Pembiayaan Sektor Riil

Selasa, 3 November 2026 - 14:48 WITA

Hari Kedua IIFS 2026 di Makassar, OJK Fokus Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan

Selasa, 3 November 2026 - 14:31 WITA

Golkar Sulsel Tunda Musda Enrekang, Tunggu Surat Diskresi DPP 

Berita Terbaru