BSU Disalurkan ke 80 Pekerja di Makassar, Menaker Tekankan Transparansi dan Ketepatan Sasaran

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,  — Sebanyak 80 pekerja di Kota Makassar menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600.000 secara simbolis dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Sabtu (26/7/2025). Penyerahan berlangsung di Kantor Pos Makassar, Jalan Slamet Riyadi, sebagai bagian dari skema pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

 

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyatakan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremoni. Ia ingin memastikan bahwa proses penyaluran bantuan berjalan sesuai rencana dan benar-benar sampai ke tangan pekerja yang berhak. “Ini bukan hanya soal teknis penyaluran, tapi bagaimana kita menjaga akuntabilitas dan efektivitasnya,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Program BSU kali ini menyasar pekerja aktif yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan hingga April 2025, dengan pendapatan di bawah upah minimum, dan tidak menerima bantuan sosial lain seperti PKH. Bantuan ini juga tidak berlaku bagi ASN, TNI, dan Polri.

 

Di Sulawesi Selatan, per 26 Juli 2025 pukul 07.00 WITA, penyaluran BSU telah mencapai 287.288 orang dari target 320.466 penerima atau sekitar 65%. Di Makassar sendiri, realisasi penyaluran mencapai 90,31% dari target 132.668 pekerja.

 

Prof. Yassierli menjelaskan bahwa bantuan untuk dua bulan (Juni dan Juli) itu disalurkan sekaligus. Bagi pekerja yang memiliki rekening di bank Himbara, dana disalurkan langsung. Sementara mereka yang tidak memiliki rekening menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia, sebagaimana telah dilakukan selama empat tahun terakhir.

 

Meskipun jumlahnya terbilang kecil, Menteri berharap dana tersebut bisa dimanfaatkan secara bijak. “Rp600.000 ini bisa menjadi tambahan penghasilan yang sangat berarti, terutama bagi kebutuhan produktif dan mendesak,” katanya.

 

Dirjen PHI dan Jamsos, Indah Anggoro Putri, yang turut hadir, menegaskan bahwa validasi penerima dilakukan ketat berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya agar penyaluran BSU tetap tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan lain.

 

Program ini juga menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengelola dana APBN dengan prinsip kehati-hatian. “Kami sadar, ini adalah amanah. Dana publik harus dikelola secara transparan dan dapat diaudit,” tegas Yassierli.

 

Dengan realisasi yang terus meningkat, program BSU diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi para pekerja, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi nasional secara lebih luas.(**)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Bah Terjang Sungai Kalimborang Maros, Tim SAR Gabungan Cari Dua Wisatawan yang Terseret Arus
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Kesiapan Energi dan Layanan SPBU Hadapi Arus Balik Lebaran
Dukung Infrastruktur IKN, Kalla Beton Suplai Beton Ready Mix untuk Proyek KIPP 1A dan 1B
Dilema PSEL Makassar, Menimbang Akurasi Teknis di Antara Dua Lokasi
30 Pelari Indonesia Diberangkatkan ke Eropa Lewat Emados SuperHalfs Challenge
HAKA BYD Karebosi Makassar Raih Penghargaan Asia Pasifik, Siap Ekspansi dan Tambah Outlet di Indonesia
Halal Bihalal Bersama Media, Haka Auto Perkuat Silaturahmi dengan Jurnalis di Makassar
OJK Hormati Putusan KPPU Soal Kartel Bunga Pinjol, Industri Pindar Diminta Perkuat Tata Kelola
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:16 WITA

Air Bah Terjang Sungai Kalimborang Maros, Tim SAR Gabungan Cari Dua Wisatawan yang Terseret Arus

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:38 WITA

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Kesiapan Energi dan Layanan SPBU Hadapi Arus Balik Lebaran

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:34 WITA

Dukung Infrastruktur IKN, Kalla Beton Suplai Beton Ready Mix untuk Proyek KIPP 1A dan 1B

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:26 WITA

Dilema PSEL Makassar, Menimbang Akurasi Teknis di Antara Dua Lokasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:35 WITA

30 Pelari Indonesia Diberangkatkan ke Eropa Lewat Emados SuperHalfs Challenge

Berita Terbaru