MAKASSAR,FILALIN.COM, — KSEI FORKEIS (Forum Kajian Ekonomi Syariah) UIN Alauddin Makassar resmi membuka kegiatan akbar Temu Ilmiah Kader (TIKAR) 2026 pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di LT Kampus UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Intelektual Kader dalam Mendorong Transformasi Ekonomi Islam yang Kompetitif dan Adaptif.”
Kegiatan TIKAR 2026 menjadi wadah pengembangan intelektual dan kreativitas kader dalam berbagai bidang keilmuan berbasis ekonomi syariah. Berbagai cabang kompetisi yang dilaksanakan dalam kegiatan ini meliputi Ekonomi Islam, Sharia Business Plan, Karya Tulis Ilmiah, Sharia Policy Case Study, Tahfidz, hingga Video Kreatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Temu Ilmiah Kader (TIKAR), Hendra Gunawan, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menjadi ruang pengembangan potensi peserta.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan analisis peserta dalam berbagai bidang keilmuan dan kompetisi yang dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar, Ryaas Syahputra Marsuki, menegaskan bahwa TIKAR bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga proses pembelajaran dan pengembangan diri bagi para kader.
“TIKAR merupakan salah satu ajang untuk mendapatkan pengalaman, proses belajar, dan proses ta’lim agar memperoleh lebih banyak pengalaman dan ilmu. Dari sinilah awal perjalanan untuk memasuki dunia akademisi yang lebih intensif,” ungkapnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dewan Alumni FORKEIS, Dr. Ainul Fatha Isman, S.E., M.A., yang dalam sambutannya menyoroti pentingnya kehadiran KSEI dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap ekonomi Islam.
“Lahirnya KSEI, khususnya di UIN Alauddin Makassar, telah melahirkan banyak pemuda yang aktif membahas dan mengkaji ekonomi Islam, baik secara teoritis maupun geografis,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan TIKAR 2026, KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar berharap dapat melahirkan kader-kader intelektual yang adaptif, kompetitif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam di masa mendatang. (*)





















