Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Operasikan Perdana Ship to Ship Kolonodale, Perkuat Distribusi B50 di Kawasan Timur Sulawesi

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:40 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mulai mengoperasikan fasilitas Ship to Ship (STS) di Kolonodale sebagai langkah memperkuat sistem logistik energi di wilayah Sulawesi. Fasilitas ini akan mendukung kelancaran distribusi Biosolar B50 sehingga pasokan energi ke berbagai wilayah dapat terjaga secara lebih optimal.

 

Pengoperasian perdana STS diawali dengan sandarnya mother ship MT Marlin 88 berkapasitas 35.000 DWT. Sebelumnya, pada 18 Juli 2026 telah dilakukan suplai perdana menggunakan MT Overseas Petromar yang mengangkut masing-masing 15.000 KL Fame dan 15.000 KL Solar. Rangkaian operasi tersebut kemudian berlanjut dengan penyaluran perdana melalui shuttle ship MT Jasmin XXXVII pada 22 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada tahap awal, sebanyak 3.100 KL Biosolar B50 disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Fuel Terminal Kolonodale, Fuel Terminal Moutong, dan Fuel Terminal Poso. Ke depan, STS Kolonodale akan menjadi salah satu simpul distribusi yang melayani FT Poso, FT Moutong, IT Gorontalo, FT Kolonodale, IT Kendari, FT Luwuk, FT Banggai, FT Sanana, FT Labuha, hingga FT Ternate, dengan estimasi volume penyaluran mencapai sekitar 79.978 KL setiap bulan.

 

Kehadiran fasilitas STS memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam proses distribusi produk BBM. Mekanisme alih muat dari kapal induk ke kapal pengangkut memungkinkan pengiriman menuju terminal-terminal tujuan dilakukan secara lebih efektif, sehingga rantai pasok energi di kawasan timur Sulawesi semakin andal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa pengoperasian STS Kolonodale merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur logistik yang terus dilakukan perusahaan untuk mendukung ketahanan energi di Sulawesi.

 

“Pengoperasian perdana STS Kolonodale menjadi salah satu langkah strategis Pertamina dalam memperkuat jaringan distribusi energi di Sulawesi. Dengan dukungan fasilitas ini, proses penyaluran Biosolar B50 menuju berbagai terminal dapat berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah layanan dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ujar Lilik.

 

Ia menambahkan, seluruh rangkaian operasional dijalankan dengan mengedepankan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) guna memastikan aspek keselamatan, keamanan, serta keandalan distribusi tetap terjaga dalam setiap proses.

 

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap operasional STS sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem logistik energi di kawasan Sulawesi.

 

Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan BBM, karena Pertamina terus berupaya memastikan kebutuhan energi di seluruh wilayah layanan tetap terpenuhi melalui pengelolaan stok dan distribusi yang optimal. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying serta menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan agar penyaluran dapat berlangsung lancar dan merata.

 

Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait layanan maupun menemukan kendala atau indikasi penyimpangan dalam distribusi BBM, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Costumer Solution (PCS) 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menembus Lumpur dan Sungai, Perjuangan Membawa Terang hingga Pelosok Sulawesi Selatan
Kedatuan Luwu Tindak Lanjuti Sengketa Lahan Mangade To Magi di Luwu Timur
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah, Perkuat Pembiayaan Sektor Riil
Hari Kedua IIFS 2026 di Makassar, OJK Fokus Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan
Golkar Sulsel Tunda Musda Enrekang, Tunggu Surat Diskresi DPP 
Melaju Kencang! Progres 77 Persen Bawa Jalan Tani Kalebarembeng Dekat Garis Akhir
21 Daerah di Sulsel Beralih ke Bank Syariah, OJK Dorong Integrasi Industri Keuangan
DARI GAYA HIDUP AKTIF HINGGA FINANSIAL SEHAT, OJK AJAK MASYARAKAT SULSEL CINTAI KEUANGAN SYARIAH
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:58 WITA

Menembus Lumpur dan Sungai, Perjuangan Membawa Terang hingga Pelosok Sulawesi Selatan

Selasa, 3 November 2026 - 20:23 WITA

Kedatuan Luwu Tindak Lanjuti Sengketa Lahan Mangade To Magi di Luwu Timur

Selasa, 3 November 2026 - 19:54 WITA

OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah, Perkuat Pembiayaan Sektor Riil

Selasa, 3 November 2026 - 14:48 WITA

Hari Kedua IIFS 2026 di Makassar, OJK Fokus Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan

Selasa, 3 November 2026 - 14:31 WITA

Golkar Sulsel Tunda Musda Enrekang, Tunggu Surat Diskresi DPP 

Berita Terbaru