Mahasiawa UKM Seni Budaya Ihya ITBA Al Gazali Barru Gelar Workshop Lukis di Ruang Belajar Bantaran Jekneberang

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:49 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, –Mahasiswa administrasi publik yang biasanya mengkaji birokrasi, dan bagaimana lembaga negara bekerja secara efisien, transparan, dan akuntabel, ternyata juga punya potensi seni yang besar. Begitulah yang tampak pada sejumlah mahasiswa Jurusan Administrasi Publik yang mengikuti Workshop Lukis, di Ruang Belajar Bantaran, Kampung Kaledupaya, Desa Taeng, Kabupaten Gowa, 16-18 Oktober 2026.

 

Mereka tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya Ihya Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi (ITBA) Al Gazali, Kabupaten Barru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kampus yang dahulu bernama STIA Al Gazali Barru, kini punya tiga Prodi S1, yakni Administrasi Publik, Bisnis Digital, dan Sistem Informasi. Kampus yang dipimpin Rektor Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd inj, juga sudah membuka S2 Magister Administrasi Publik.

 

“Ihya itu dari bahasa Arab, artinya hidup. Diksi ini diambil dari salah satu kitab Imam Al Gazali Ihya Ulumuddin,” jelas A Arifay Yusuf, M.Pd, Pembina UKM Seni Budaya Ihya.

 

Spirit ini, kata A Arifay Yusuf, hendak menegaskan pentingnya berkesenian dengan mengangkat nilai-nilai estetika tanpa mengabaikan nilai etika.

 

Ketua UKM Seni Budaya Ihya, Dhani Anugrah, menambahkan bahwa ada aspek keagamaan yang jadi fondasi UKM seni yang berdiri sejak 23 September 2013 itu.

 

Pada logo dengan 5 garis merah dan tulisan aksara Lontarak itu, menggambarkan Rukun Islam dan Rukun Iman.

 

“UKM Seni Budaya Ihya ITBA Al Gazali Barru, sesuai motonya adalah Simpanua Ruang Menakar Diri,” terangnya.

 

Sebagai UKM seni, perekrutan anggota dilakukan melalui Workshop Art yang diadakan setiap tahun pada libur semester ganjil.

 

Kemudian lanjut dengan pembinaan, sesuai cabang seni setiap divisi. Ini sebagai persiapan pentas perdana, guna memenuhi syarat dikukuhkan sebagai anggota baru.

 

Pada kegiatan Workshop Seni di Ruang Belajar Bantaran yang dikelola perupa AH Rimba, hadir enam peserta, masing-masing Inna’, Athul, Ica, Lia, Indah, dan Dede’.

 

Mereka didampingi pengurus UKM Seni Budaya Ihya, yakni Dani selaku Ketua Umum, dan Fadil sebagai kru pada kegiatan workshop lukis.

 

Pembina dan pendamping juga turut membersamai, yaitu A. Arifay Yusuf, Risal Trimawan, dan Suriani A.

 

Menariknya, mereka berkemah di lokasi kegiatan, dan punya dapur bersama, yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan selama dua hari.

 

Ruang Belajar Bantaran berada di tepi Sungai Jekneberang, di Dusun Kaledupaya. Beragam pepohonan tumbuh di kawasan ini. Ada rambutan, mangga, jeruk, jambu, sukun, dan berbagai pohon yang menghadirkan suasana hijau dan sejuk, terutama di sore hari.

 

Pendekatan melukis di luar ruang ini dinilai positif. Karena selama proses pasca Worshop Art, aktivitas melukis ini menjadi wadah perekrutan anggota baru. Mereka dituntut harus berkarya untuk persiapan pameran pada pentas perdana.

 

Ketika ditanya, alasan Ruang Belajar Bantaran dipilih untuk melukis on the spot? A Arifay Yusuf bilang bahwa Ruang Belajar Bantaran merupakan salah satu tempat yang sangat nyaman untuk melukis.

 

“Bukan hanya tempat saja yang menjadi tujuan melukis, tetapi juga silaturahim dan belajar langsung kepada seniman lukis yang akrab kami panggil kak Rimba,” jelas pekerja seni yang aktif dalam kegiatan-kegiatan Kasumba itu.

 

Diakui bahwa di Barru, mereka belum banyak tahu tentang dunia lukis dan masih kurang antusias berkarya. Sehingga di Ruang Belajar Bantaran, mereka lebih serius berkarya, serta memahami berbagai aspek tentang seni lukis.

 

Rimba sebagai tuan rumah menyambut gembira mahasiswa asal ITBA Al Gazali ini. Dia berbagi semangat berkesenian, dengan mengajak mahasiswa Jurusan Administrasi Publik itu berkolaborasi, dan saling belajar, dengan komunitas-komunitas lain, sebagai ekosistem seni.

 

“Sebelumnya di Ruang Belajar Bantaran ini, beberapa teman membantik. Bahkan anak-anak juga diajak menggambar bersama,” tutur perupa yang juga akademisi itu.

 

Anisah Putri, mahasiswa semester 5, Jurusan Administrasi Publik, mengaku tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa dia akan menyukai melukis dan terus menggelutinya hingga sekarang.

 

“Sejauh ini saya sudah membuat 7 lukisan. Semuanya masih berupa gambar-gambar dasar, seperti flora dan fauna,” kata Ica, panggil akrab Koordinator Seni Rupa tersebut.

 

Pengakuan senada juga disampaikan Baiq Nurhidayatullah. Perempuan berhijab yang akrab disapa Atul itu, mengaku baru saja menyukai kegiatan menggambar. Itupun gambar-gambar yang dihasilkan masih berupa penugasan.

 

“Saya suka suasana di Ruang Belajar Bantaran ini. Rimbun. Menggambarnya di bawah pohon. Nyaman, dan banyak anginnya,” terang Athul sambil terus memainkan kuasnya di atas kanvas. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TMMD ke-130 Hadirkan Akses Air Bersih, Warga Barembeng Tak Lagi Bergantung pada Cara Lama
Cegah Longsor dan Kerusakan Jalan, TMMD Kodim Gowa Percepat Pembangunan Talud di Kalebarembeng
Inklusi Keuangan Syariah Baru 13,24 Persen, OJK Dorong Perluasan Akses Masyarakat
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Bertumbuh
Perang Kelompok Marak, Wali Kota Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam Bersama TNI-Polri
OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Pengawas Syariah, Industri Dituntut Jaga Kepercayaan Publik
Pasokan BBM Bertambah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Penyaluran di Manado, Sangihe, dan sekitarnya Semakin Kondusif
Solusi Ketersediaan Air Bersih, Pabrikasi Tower Sumur TMMD ke-130 Terus Dipercepat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:23 WITA

TMMD ke-130 Hadirkan Akses Air Bersih, Warga Barembeng Tak Lagi Bergantung pada Cara Lama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:18 WITA

Cegah Longsor dan Kerusakan Jalan, TMMD Kodim Gowa Percepat Pembangunan Talud di Kalebarembeng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:05 WITA

Inklusi Keuangan Syariah Baru 13,24 Persen, OJK Dorong Perluasan Akses Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:49 WITA

Mahasiawa UKM Seni Budaya Ihya ITBA Al Gazali Barru Gelar Workshop Lukis di Ruang Belajar Bantaran Jekneberang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:43 WITA

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Bertumbuh

Berita Terbaru