Status Gunungapi Semeru Naik Level IV Menjadi ‘Awas’

- Penulis

Minggu, 4 Desember 2022 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FILALIN – Gunungapi Semeru terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan indikator yang lain pada haru ini, Minggu (4/12).

Sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya, sumber APG berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah Jonggring Seloko). Awan Panas Guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur telah mencapai 7 km dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

Aktivitas kegempaan pada tanggal 4 Desember 2022 pukul 00.00 – 06.00 WIB terekam 8 kali Gempa Letusan, 1 Gempa Awan Panas Guguran yang masih berlangsung hingga pukul 06.00 WIB. Hal ini menunjukkan aktivitas erupsi dan awan panas guguran di Gunungapi Semeru masih sangat tinggi. Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunungapi Semeru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunungapi Semeru dari ‘Siaga’ menjadi ‘Awas’ atau dari Level III menjadi Level IV, terhitung per pukul 12.00 WIB hari ini.

Sehubungan dengan adanya peningkatan status tersebut, maka PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Di samping itu, masyarakat diharapkan agar selalu mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Adapun masyarakat juga diimbau untuk tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan mengenai aktivitas Gunung Api Semeru, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, dari hasil pemantauan di lapangan oleh tim PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, luncuran APG sudah mencapai 19 kilometer bahkan telah melewati Jembatan Gladak Perak.

“Sudah sampai Gladak Perak,” jelas Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang.

Abu vulkanik gunungapi Semeru juga dilaporkan membumbung tinggi berwarna abu dan hitam pekat. Jarak pandang sangat terbatas karena abu sudah mulai turun ditambah turun hujan di sekitar lokasi.

“Situasi saat ini di Kajar Kuning hujan deras dan abu pekat,” kata Joko.

BPBD Kabupaten Lumajang merinci ada sebanyak 93 warga dievakuasi ke pengungsian yang berlokasi di Balai Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi, PVMBG, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, Polri dan in gakstansi terkait dalam pengembangan data dan informasi terkait erupsi Gunungapi Semeru.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WFH ASN Tuai Kritik, Mayoritas Warganet Masih Tunggu Bukti Kebijakan
OJK DAN KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF PERKUAT KOLABORASI PENGEMBANGAN INOVASI KEUANGAN DIGITAL BERBASIS WEB3
DUKUNG PROGRAM PRIORITAS NASIONAL, OJK PERKUAT EKOSISTEM PESANTREN MELALUI LITERASI DAN PERLUASAN AKSES KEUANGAN SYARIAH
Proyeksi Ambisius OJK: Sulap Pasar Modal Jadi Poros Investasi Hijau dan Derivatif di 2030
GMTD Perluas Dampak Sosial dan Ekonomi Lokal Lewat “Jumat Berbagi”, Libatkan UMKM di Tanjung Bunga
PERLUAS BASIS INVESTOR RITEL OJK PERKUAT LITERASI PASAR MODAL
OJK DORONG PENGUATAN GOVERNANCE, RISK, AND COMPLIANCE (GRC) YANG BERINTEGRITAS DAN BERKELANJUTAN DI SEKTOR JASA KEUANGAN
Taruna Ikrar: Negara Hadir Atasi KLB Campak: BPOM Keluarkan Izin Vaksinasi untuk Dewasa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:31 WITA

WFH ASN Tuai Kritik, Mayoritas Warganet Masih Tunggu Bukti Kebijakan

Rabu, 15 April 2026 - 14:10 WITA

OJK DAN KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF PERKUAT KOLABORASI PENGEMBANGAN INOVASI KEUANGAN DIGITAL BERBASIS WEB3

Rabu, 15 April 2026 - 14:06 WITA

DUKUNG PROGRAM PRIORITAS NASIONAL, OJK PERKUAT EKOSISTEM PESANTREN MELALUI LITERASI DAN PERLUASAN AKSES KEUANGAN SYARIAH

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Proyeksi Ambisius OJK: Sulap Pasar Modal Jadi Poros Investasi Hijau dan Derivatif di 2030

Jumat, 10 April 2026 - 16:22 WITA

GMTD Perluas Dampak Sosial dan Ekonomi Lokal Lewat “Jumat Berbagi”, Libatkan UMKM di Tanjung Bunga

Berita Terbaru