Dua Remaja Pembunuh Bocah Demi Organ Dijerat Pasal Berlapis

- Penulis

Rabu, 11 Januari 2023 - 17:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FILALIN, MAKASSAR – Kasus penculikan disertai pembunuhan bocah 10 tahun yang terjadi di Makassar tengah menjadi sorotan publik. Dua pelaku pembunuhan tersebut merupakan pelajar yang berinisial AD (17) dan AMF (14).

AD dan AMF hanya bisa pasrah setelah diringkus di rumahnya masing-masing oleh aparat kepolisian.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP dan UU Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Terkuat Fakta Dibalik Penculikan Bocah Umur 11 Tahun

“Pihak kepolisian sudah mengkonstruksikan pidana ini kita jerat dengan Pasal Pembunuhan Berencana dan Undang-Undang Perlindungan Anak UU Nomor 23 tahun 2002,” ungkap Budhi, Selasa (10/1/2023).

Namun, karena usia kedua tersangka masih di bawah umur, ancaman hukumannya tidak akan maksimal.

“Yang ancaman hukumannya tentunya dikurangi setengah. Apabila ini dilakukan oleh orang dewasa, ya pasti hukuman mati, namun karena anak-anak hakim lah yang akan menentukan, karena ada aturan tersendiri dalam persidangan anak,” ujarnya.

Sebelumnya, kedua pelaku tega membunuh korban yang berinisial MFS (10) dan hendak menjual organ tubuhnya. Pelaku AD mengaku tergiur uang USD 80 ribu setelah melihat iklan jual-beli organ tubuh di internet.

Baca Juga : Lukas Enembe Ditangkap, Papua Pun Rusuh

Pelaku mengatakan akan menggunakan hasil penjualan organ tubuh korban untuk membangun rumah dan membantu orang tuanya.

“Harganya organ USD 80 ribu. Kalau uangnya sudah didapat akan digunakan untuk membangun rumah dan membantu orang tua,” beber AD di Mapolrestabes Makassar.

Ia pun menjalankan aksinya dengan mengajak MFS untuk membersihkan rumah dengan iming-iming uang Rp 50.000. Pelaku kemudian dengan keji mencekik dan membanting korban ke lantai hingga tewas.

“Di rumah dibunuh, karena tidak ada orang. Banting ke lantai,” ujarnya

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Isi LPG 3 Kg Tak Sesuai Takaran di Luwu Utara Viral, Warga Minta Pemeriksaan Agen
Pelaku Pengancaman Istri yang Viral di Media Sosial Ditangkap Resmob Polsek Rappocini
Pria Lompat dari Jembatan Kembar Gowa, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Jeneberang
BBPOM Makassar Bongkar Produksi Skincare Ilegal di Makassar, Omzet Capai Rp65 Juta per Pekan
Modus Baru Penipuan Catut Nama Aliyah Mustika Ilham, Warga Diminta Hati-Hati
OJK BERSAMA BARESKRIM AMANKAN TERSANGKA KASUS DUGAAN TINDAK PIDANA PERBANKAN
Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos, Tamalate Makassar
Kejari Makassar Bidik Aktor di Balik Dugaan Korupsi Dana Hibah BAZNAS 2023–2024
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:27 WITA

Dugaan Isi LPG 3 Kg Tak Sesuai Takaran di Luwu Utara Viral, Warga Minta Pemeriksaan Agen

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:33 WITA

Pelaku Pengancaman Istri yang Viral di Media Sosial Ditangkap Resmob Polsek Rappocini

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WITA

Pria Lompat dari Jembatan Kembar Gowa, Tim SAR Lakukan Pencarian di Sungai Jeneberang

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:09 WITA

BBPOM Makassar Bongkar Produksi Skincare Ilegal di Makassar, Omzet Capai Rp65 Juta per Pekan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:40 WITA

Modus Baru Penipuan Catut Nama Aliyah Mustika Ilham, Warga Diminta Hati-Hati

Berita Terbaru