Sebut Jokowi Firaun, Cak Nun Mengaku ‘Kesambet’

- Penulis

Rabu, 18 Januari 2023 - 13:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Filalin, Jakarta – Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dicemooh setelah potongan videonya yang menyebut Presiden Jokowi sebagai Firaun viral di sosial media.

Setelah potongan video itu viral, Cak Nun akhirnya buka suara. Ia menyebut dirinya ‘kesambet’ saat mengatakan Jokowi seperti Firaun. Hal itu ia sampaikan di acara Mocopat Syafaat dan Tawashshulan di Yogyakarta, Selasa (17/1/2023).

“Jadi ketika sedang indah-indahnya Maiyah, ketika sedang puncak-puncaknya hidayah Allah menabur ke Maiyah, itu saya sendiri yang keblondrok (terkecoh). Artinya saya dikasih ujian oleh Allah yang luar biasa, meneng-meneng (diam-diam) aku ki ngomong hal Firaun coba. Dan itu saya kesambet,” kata Cak Nun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Sindir Cak Nun, Ruhut Sitompul: Ini Akibatnya Budayawan Ngomong Politik

Budayawan sekaligus ulama NU itu mengaku ucapannya yang menyebut Jokowi Firaun tiba-tiba keluar dari mulutnya.

“Itu di luar rencana saya dan sama sekali di luar kontrol saya. Maka tadi saya bikin video sama Sabrang, judulnya Mbah Nun Kesambet. Tolong dibaca,” sambungnya.

Cak Nun sendiri tidak tahu apa yang merasuki dirinya pada waktu itu. Bisa saja, kata Cak Nun, ia dirasuki oleh iblis, malaikat, atau bentuk campur tangan Allah.

“Itu pertanyaannya adalah kita belum tahu sekarang itu hidayah Allah, apa saya disesatkan oleh iblis, apakah saya dilulu (disuruh) oleh dajjal, siapa, saya belum tahu. Nanti kita lihat berikutnya akan terjadi apa,” tegasnya.

Diketahui, video ceramah Cak Nun viral di sosial media. Di video itu, Cak Nun menyamakan Jokowi, Luhut Binsar, dan pengusaha Anthony Salim sebagai Firaun, Haman, dan Qorun.

Baca Juga: Rumah Dinas Kapolda Jayapura Terbakar, Netizen: Ada Hubungannya dengan Penangkapan Lukas Enembe?

“Hasil pemilu mencerminkan tingkat kedewasaan dan tidak rakyatnya. Betul tidak? Bahkan juga algoritma pemilu 2024. Kan, enggak mungkin menang, wis sa ono sing menang saiki,” katanya dalam video tersebut.

“Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga. Terus Haman yang namanya Luhut,” sambung Cak Nun.

“Negara kita sesempurna dicekel oleh Firaun, Haman, dan Qorun. Itu seluruh sistemnya, seluruh perangkatnya, semua alat-alat politiknya sudah dipegang mereka semua. Dari uangnya, sistemnya, sampai otoritasnya, sampai apapun,” tambah Cak Nun dalam potongan video itu.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPPU Jatuhkan Denda Rp6,7 Miliar dalam Perkara Hambatan Usaha PT Laboratorium Medio Pratama
Mobil Listrik Pertama LEPAS di Dunia, Diperkenalkan pada IIMS 2026
DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas
OJK PERCEPAT REFORMASI PASAR MODAL UNTUK PERKUAT LIKUIDITAS DAN KEPERCAYAAN INVESTOR
Pengamat UIN: AI-RAN Research Center Indosat langkah strategis perkuat kedaulatan digital
Kalla Toyota Raih Indonesia Customer Service Quality Award 2025 dengan Predikat Excellent
Kolaborasi Pemda Kabupaten Bulukumba dan BBPOM Makassar: Tingkatkan Daya Saing dan Dekatkan Layanan Perizinan Bagi UMKM
DPN PERADMI : Pernyataan Hilman sebagai Kepala Tugas Penerangan Administrasi Badan Hukum RI Menyesatkan dan Picu Kegaduhan Hukum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 21:04 WITA

KPPU Jatuhkan Denda Rp6,7 Miliar dalam Perkara Hambatan Usaha PT Laboratorium Medio Pratama

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:17 WITA

Mobil Listrik Pertama LEPAS di Dunia, Diperkenalkan pada IIMS 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 14:47 WITA

DPD Gerakan Rakyat Gowa Gelar Konsolidasi Internal Pasca Rakernas

Senin, 2 Februari 2026 - 10:26 WITA

OJK PERCEPAT REFORMASI PASAR MODAL UNTUK PERKUAT LIKUIDITAS DAN KEPERCAYAAN INVESTOR

Sabtu, 15 November 2025 - 09:10 WITA

Pengamat UIN: AI-RAN Research Center Indosat langkah strategis perkuat kedaulatan digital

Berita Terbaru