Waspada Penipuan! Klik Undangan Pernikahan di WhatsApp, Uang Bisa Raib

- Penulis

Sabtu, 28 Januari 2023 - 15:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Filalin – Penipu sekarang ini punya banyak cara untuk merugikan orang lain. Baru-baru ini terungkap modus baru dengan mengirimkan undangan pernikahan digital melalui WhatsApp.

Undangan digital tersebut bukannya menampilkan rincian undangan, melainkan mengarahkan pengguna ke aplikasi dengan format APK.

Ketika mengklik undangan tersebut, aplikasi itu akan mencuri data pribadi pengguna dan memungkinkan penipu untuk membobol rekening korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Tiga Bocah 8 Tahun Perkosa Anak TK di Mojokerto

Derasmus Kenlopo, warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menjadi korbannya. Ia kehilangan duitnya sebanyak Rp 14 juta.

“Uang saya Rp 14 juta dalam rekening, sekarang hanya tersisa Rp 25.000,” kata Derasmus.

Duit Rasmus lenyap setelah mengklik undangan pernikahan yang dikirim melalui WhatsApp.

Pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya, mengatakan aplikasi berformat APK yang dikirim sebagai undangan pernikahan lah yang berbahaya.

Undangan digital yang diklik itu bisa mencuri One Time Password atau OTP dari pengguna. Ketika aplikasi dengan format APK tersebut diinstal, biasanya akan muncul peringatan dari sistem.

Sebab, aplikasi berformat APK adalah aplikasi dari luar toko resmi seperti Play Store dan AppStore. Sehingga tidak disarankan untuk diunduh.

Sementara itu, Bank tempat Derasmus menyimpan uangnya yakni Bank BRI angkat suara perihal raibnya uang nasabahnya.

Kepala Kantor Cabang BRI Kupang, Stefanus Juarto menyatakan pihaknya telah melakukan investigasi.

“BRI sangat menyesalkan kejadian tersebut di mana yang bersangkutan merupakan korban tindak kejahatan penipuan online atau social engineering.”

Baca Juga: Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi Dijadikan Tersangka

“Di mana yang bersangkutan menginformasikan data transaksi perbankan (PIN & Password) yang bersifat pribadi dan rahasia pada pihak yang tidak bertanggung jawab melalui digital atau phone scam sehingga transaksi dapat berjalan dengan sukses,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Stefanus juga menegaskan, BRI selalu menjaga data nasabah. Pihaknya juga tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data rahasia seperti username, password, pin, maupun kode OTP.

“Kami juga mengimbau hal yang sama ke masyarakat umum bahwa modus penipuan social engineering tersebut juga dapat terjadi di bank manapun,” ujar Stefanus.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arena Sabung Ayam di Gowa Digerebek, Dandim: Tak Ada Toleransi untuk Judi
Kapal Latih SMK Negeri 3 Jeneponto Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta
Ombas Diperiksa Tipidkor Polda Sulsel, Pengacara Bantah Ada Indikasi Kerugian Negara
Pria Penyalahgunaan Sabu di Bantaeng Ditangkap Polisi
Ditreskrimum Polda Sulsel Mulai Periksa Saksi Terkait Laporan Bupati Gowa
Rahmi Palanna Diperiksa Penyidik Tipidkor Polresta Gowa
Tabrakan di Jalan Pelita Limbung, Pengendara Soul GT Terluka Ringan
Dugaan Isi LPG 3 Kg Tak Sesuai Takaran di Luwu Utara Viral, Warga Minta Pemeriksaan Agen
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:12 WITA

Arena Sabung Ayam di Gowa Digerebek, Dandim: Tak Ada Toleransi untuk Judi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:27 WITA

Kapal Latih SMK Negeri 3 Jeneponto Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:17 WITA

Ombas Diperiksa Tipidkor Polda Sulsel, Pengacara Bantah Ada Indikasi Kerugian Negara

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:30 WITA

Pria Penyalahgunaan Sabu di Bantaeng Ditangkap Polisi

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:21 WITA

Ditreskrimum Polda Sulsel Mulai Periksa Saksi Terkait Laporan Bupati Gowa

Berita Terbaru