Basarnas Makassar Siaga Khusus Merah Putih di Gn. Bawakaraeng

- Penulis

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 03:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA,FILALIN.COM, — Siaga sar khusus merah putih menjadi agenda tahunan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar pada saat menyambut peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2024 di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

“Dengan kekuatan personel sebanyak 25 orang rescuer, 71 organisasi/instansi, dan 250 orang potensi sar terlibat dalam kegiatan tahunan ini di Gn. Bawakaraeng,” ujar Muhammad Arif Anwar, selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, pada Jumat, 16 Agustus 2024.

Ada tujuh posko yang telah ditentukan untuk menjadi posko pemantauan. Posko Lembanna dengan jumlah 78 orang, Pos 5 sebanyak 39 orang, Pos 7 sebanyak 18 orang, Pos 8 sebanyak 31 orang, Pos 10 sebanyak 41 orang, Pos Talung sebanyak 23 orang, Pos Sungai tiga sebanyak 20 orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan tujuh posko ini akan mempercepat informasi dan evakuasi ketika terjadi _trouble_ pada pendaki yang hendak merayakan upacara 17 Agustus 2024 di Gunung Bawakaraeng,” kata Arif.

Hingga Jumat, 16 Agustus 2024, pukul 17.30 wita sudah terdaftar 1.928 pendaki yang diterima oleh tim dari posko, dengan rincian sebagai berikut, Jalur Lembanna 530 Pendaki Jalur Tasoso 551 Pendaki, Jalur Bulu Ballea 215 Pendaki, Jalur Lengkese 606 pendaki, Jalur Ramma 26 pendaki.

“Hari ini, ada 3 orang yang dievakuasi turun oleh tim sar gabungan, yang pertama Cindy mengalami _trouble_ di Pos 5 dan sudah di evakuasi ke Puskesmas Tinggi Moncong. Di Pos 12 juga ada dua orang yang sementara di evakuasi, keduanya perempuan, atas nama Niesya Ulul Asmi yang mengalami cedera pada tulang ekor akibat terjatuh dan Nurfadillah mengalami cedera pada siku kanan (sakit bawaan),” ucap Arif.

Arif menegaskan bahwa pendaki harusnya lebih memperhatikan tentang keselamatan diri serta mempersiapkan kebutuhan pribadisaat hendak ikut meramaikan prosesi 17 Agustus di Gunung Bawakaraeng.

“Mendaki itu harus banyak persiapan, baik fisik maupun mental, terutama untuk pendaki yang baru menginjak medan di Gunung Bawakaraeng, jangan asal mendaki,” tukas Arif.

Sebagai tambahan informasi, hingga hari ini, sudah ada delapan orang yang mengalami trouble yang telah dan sementara di evakuasi oleh tim sar gabungan. Sementara itu juga, para pendaki mulai berdatangan di gunung Bawakareng, hingga perkiraan jumlah pendaki ada sekitar 3000 orang. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa
Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana
Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan
Di Balik Angka Sensus Ekonomi: Kisah Abdul Rahman Menembus Lorong Demi Data untuk Negeri
Resmikan Kantor DPD Tangsel, IWO Indonesia Perkuat Struktur dan Sinergi
Kejati Sulsel Soroti Sewa Lahan PT IHIP di Lutim, Minta Dilakukan Appraisal Ulang
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Kerja Sehat melalui Mental Health Day 2026
Pegadaian Kanwil Makassar SulSelBarRa Maluku Cetak Kinerja Gemilang per April 2026: Omset Tembus Rp20,19 Triliun dan Perkuat Ekosistem Emas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:52 WITA

Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:11 WITA

Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:39 WITA

Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:45 WITA

Di Balik Angka Sensus Ekonomi: Kisah Abdul Rahman Menembus Lorong Demi Data untuk Negeri

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:35 WITA

Resmikan Kantor DPD Tangsel, IWO Indonesia Perkuat Struktur dan Sinergi

Berita Terbaru

Caption : Suharli saat Wisuda dikampus UNM Makassar. Foto : ist

Berita

Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:11 WITA

Kepala BPS Sulsel, Aryanto.Foto : ist

Berita

Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:39 WITA