GOWA ,FILALIN.COM, — Meningkatnya ancaman kejahatan digital di tengah gejolak geopolitik global menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dinilai turut membawa dampak terhadap keamanan data pribadi masyarakat hingga ketahanan nasional di era digital saat ini.
Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Syamsul Rizal, saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan bertema “Gejolak Geopolitik dan Dampaknya terhadap Kedaulatan dan Pertahanan Negara” yang digelar di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sabtu (9/5).
Dalam pemaparannya, Syamsul Rizal menyoroti maraknya penyalahgunaan data pribadi dan nomor telepon yang kini semakin mudah diduplikasi oleh pelaku kejahatan digital. Menurutnya, masyarakat harus lebih waspada karena modus penipuan saat ini semakin canggih dan sulit dikenali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini paling gampang sekali kita dapat notifikasi. Nomor telepon kita dipakai orang lain untuk minta uang, minta pulsa, padahal nomor itu masih aktif kita gunakan sendiri,” ujarnya di hadapan peserta dialog.
Ia menjelaskan, modus kejahatan digital saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya nomor telepon biasanya dikloning ketika sudah tidak aktif, kini pelaku dapat menduplikasi nomor dan menggunakannya secara bersamaan tanpa sepengetahuan pemilik asli.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ancaman serius yang tidak hanya merugikan masyarakat secara pribadi, tetapi juga dapat berdampak terhadap keamanan informasi nasional jika tidak diantisipasi dengan baik.
Selain membahas isu keamanan digital, dialog kebangsaan tersebut juga menyinggung dinamika komunikasi politik dan perkembangan isu kebangsaan di tengah situasi global yang terus berubah.
Akademisi Universitas Hasanuddin, Suryadi Culla, yang turut hadir sebagai narasumber banyak menyoroti persoalan komunikasi politik dan tantangan kehidupan berbangsa saat ini.
Kegiatan dipandu moderator Ketua IKA Unhas Gowa, Irwansyah Sukarana. Puluhan mahasiswa, aktivis NGO, dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti jalannya diskusi hingga selesai.
Dialog kebangsaan ini digelar oleh IKA Unhas Gowa bekerja sama dengan Radio Rewako FM sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tantangan geopolitik, keamanan digital, serta pentingnya menjaga kedaulatan negara di era teknologi informasi. (*)




















