Tak Hormati Suara Warga Luwu Raya, KKLR Kecam Mundurnya Fauzi dari DPR RI

- Penulis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 05:13 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM menyesalkan mundurnya legislator Partai Golkar Muhammad Fauzi dari DPR-RI karena maju di Pilkada Luwu Utara.

 

Pasalnya, kursi yang diperoleh Fauzi sejatinya merupakan representasi suara masyarakat dari wilayah Luwu Raya. Mundurnya Fauzi menyebabkan kursi tersebut dialihkan kepada legislator Golkar yang berasal dari Toraja Utara, Agustina Mangande.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Ada sekitar 70 ribuan suara masyarakat Luwu Raya yang kehilangan cantolan dengan mundurnya Fauzi dari kursi DPR-RI. Kami benar-benar sangat menyesalkan hal ini terjadi justru di saat Luwu Raya membutuhkan wakil rakyat di Senayan,” tegas Hasbi di Makassar, Rabu (02/10).

 

Dikatakan Hasbi, mundurnya Fauzi setelah rakyat memilihnya sebagai legislator di DPR-RI, merupakan bentuk pengkhianatan nyata terhadap aspirasi rakyat di Luwu Raya.

 

“Ini preseden yang sangat buruk di tengah perjuangan besar kita mewujudkan Provinsi Luwu Raya selama ini. Rupanya Pilkada di Kabupaten lebih menggairahkan bagi Fauzi dibanding memperjuangkan suara rakyat Luwu Raya di Jakarta,” lanjut Hasbi.

 

Karena itu, Hasbi mengajak kepada seluruh warga Luwu Raya terutama yang ada di Kabupaten Luwu Utara untuk menjadikan hal ini sebagai pelajaran berharga untuk tidak mengulangi hal serupa pada kontestasi politik selanjutnya.

 

“Pengkhianatan terhadap suara rakyat seperti ini adalah pelajaran yang teramat berharga bagi rakyat Luwu Raya. Sudah saatnya kita lebih selektif dan cerdas dalam memilih pemimpin, jangan sampai dikhianati lagi,” ujar Hasbi.

 

Senada dengan Hasbi, Ketua Bidang Kelautan dan Pesisir BPP KKLR Bachrianto Bachtiar juga mengecam tindakan Fauzi yang mundur dari DPR-RI demi memuluskan langkah maju di Pilbup Lutra.

 

“Itu adalah tindakan yang benar-benar mencederai demokrasi. Rakyat Luwu Raya sudah mewakilkan suaranya di Pileg lalu, terpaksa harus kehilangan legislator mereka di pusat,” kecam Bachrianto.

 

Aktifis lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat itu menegaskan, tindakan Fauzi ini secara strategis sangat merugikan Dapil Sulsel 3 khususnya di Luwu Raya yang pembangunan infrastrukturnya masih sangat membutuhkan intervensi pemerintah pusat.

 

“Kita kehilangan kesempatan strategis untuk memperjuangkan pembangunan di Luwu Raya, lebih khusus di Lutra yang memang masih sangat perlu diprioritaskan utnuk dapat bantuan dari pusat,. Lutra ini Kabupaten termiskin ketiga di Sulsel, sekitar 45 ribu rakyatnya di bawah garis kemiskinan,” sesal Bachrianto.

 

Karena itu dirinya berharap, masyarakat di Luwu Raya dan khususnya di Kabupaten Luwu Utara dapat mencermati tindakan Fauzi yang sangat merugikan daerah sendiri.

 

“Padahal kita perlu pejuang-pejuang pembangunan di pusat, terutama melalui DPR RI. Miris, ternyata lebih suka turun kelas maju Pilkada daripada jadi wakil rakyat di Senayan. Harus diberikan hukuman sosial dan politik ini,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, mundurnya Fauzi dari DPR-RI membuka ruang bagi munculnya tiga orang legislator dari wilayah Toraja. Sementara legislator asli dari Luwu Raya kini hanya tersisa satu orang saja, yakni Unru Baso dari Partai Gerindra. (*)

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PIN Expo 2026 Resmi Dibuka, OJK Sulselbar Targetkan 25 Ribu Pengunjung dan Transaksi Lampaui Rp5,5 Miliar
Makassar, Kamu Istimewa. IM3 Bawa Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar  
Djaya Jumain: Kapolda Sulsel Berganti, Semoga Ada Harapan Baru dalam Penegakan Hukum di Sulawesi Selatan
Royal Bay Hotel Gelar Donor Darah, Targetkan 50 Kantong untuk Bantu Stok PMI Makassar
Wacana Kuliah Gratis PTN Indonesian Intellectual Society Dorong Solusi Berimbang Agar PTS Tidak Gulung Tikar
OJK TETAPKAN PERLAKUAN KHUSUS KREDIT/PEMBIAYAAN BAGI DEBITUR TERDAMPAK BENCANA DI NUSA TENGGARA TIMUR
Indosat Hadirkan IM3 Istimewa di Makassar, Kuota Tak Hangus hingga Gratis Roaming 7 Negara
OJK LUNCURKAN RP3I 2026-2030, PERKUAT RESILIENSI DAN PERAN PERBANKAN SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:17 WITA

PIN Expo 2026 Resmi Dibuka, OJK Sulselbar Targetkan 25 Ribu Pengunjung dan Transaksi Lampaui Rp5,5 Miliar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:40 WITA

Makassar, Kamu Istimewa. IM3 Bawa Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar  

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Djaya Jumain: Kapolda Sulsel Berganti, Semoga Ada Harapan Baru dalam Penegakan Hukum di Sulawesi Selatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:33 WITA

Royal Bay Hotel Gelar Donor Darah, Targetkan 50 Kantong untuk Bantu Stok PMI Makassar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Wacana Kuliah Gratis PTN Indonesian Intellectual Society Dorong Solusi Berimbang Agar PTS Tidak Gulung Tikar

Berita Terbaru