BEM Kalla Institute Kupas Tuntas Perang Dagang Amerika Serikat

- Penulis

Rabu, 30 April 2025 - 11:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, — Puluhan mahasiswa dari berbagai program studi tampak antusias menghadiri talkshow bertema “Trump Effect: Peluang atau Ancaman Untuk Industri di Indonesia” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalla Institute di Auditorium Hadji Kalla, kampus Kalla Institute. Acara ini menghadirkan Muh. Taufan Gunawan, S.ST., M.M selaku dosen Kalla Institute, Arfan Arif selaku owner Lavalust dan Ketua BEM Kalla Institute Cherry Arma Sary dari prodi Manajemen Retail selaku narasumber.

Saat ini presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan juga presiden China Xie Jin Ping saling adu kuat dengan memberikan tarif dagang ekspor impor yang bisa berdampak besar pada pasar global, akibat perang dagang ini banyak negara yang sudah ancang-ancang untuk menyelamatkan ekonominya dan mencari solusi baru untuk bertahan.

“Saatnya para mahasiswa memanfaatkan peluang ini untuk segera menjalankan UMKM nya, manfaatkan momen ini untuk bisa merebut pasar baru, manfaatkan usia kalian yang masih muda ini untuk terjun langsung bersaing dan mendapatkan pengalaman dalam dunia bisnis secara nyata.” ucap, Taufan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selaras dengan Taufan, Arfan Arif selaku owner Lavalust yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis menjelaskan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk kembali membangkitkan local heroes, kita harus kembali melirik dan membantu pemberdayaan UMKM.

“Indonesia tidak boleh hanya jadi penonton. Dalam setiap krisis global, selalu ada peluang untuk tampil sebagai pemain penting di kawasan,” ujar Arfan.

Sebagai kampus pencetak pebisnis muda, Kalla Institute sendiri sudah berhasil mencetak lulusan yang sukses menjalankan bisnis mereka, mulai dari Nazma Grup bidang Retail, Es Sejuk.id Food & Beverage dan masih banyak lagi.

Ketua BEM Kalla Institute Cherry Arma Sary dari prodi Manajemen Retail menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda edukatif yang bertujuan membuka wawasan mahasiswa agar lebih siap menghadapi realita dunia internasional.

“Kami ingin menciptakan ruang dialog yang kritis dan relevan, karena tantangan global seperti ini akan berdampak langsung atau tidak langsung ke masa depan kita sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa
Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana
Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan
Di Balik Angka Sensus Ekonomi: Kisah Abdul Rahman Menembus Lorong Demi Data untuk Negeri
Resmikan Kantor DPD Tangsel, IWO Indonesia Perkuat Struktur dan Sinergi
Kejati Sulsel Soroti Sewa Lahan PT IHIP di Lutim, Minta Dilakukan Appraisal Ulang
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Budaya Kerja Sehat melalui Mental Health Day 2026
Pegadaian Kanwil Makassar SulSelBarRa Maluku Cetak Kinerja Gemilang per April 2026: Omset Tembus Rp20,19 Triliun dan Perkuat Ekosistem Emas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:52 WITA

Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:11 WITA

Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:39 WITA

Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:45 WITA

Di Balik Angka Sensus Ekonomi: Kisah Abdul Rahman Menembus Lorong Demi Data untuk Negeri

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:35 WITA

Resmikan Kantor DPD Tangsel, IWO Indonesia Perkuat Struktur dan Sinergi

Berita Terbaru

Caption : Suharli saat Wisuda dikampus UNM Makassar. Foto : ist

Berita

Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:11 WITA

Kepala BPS Sulsel, Aryanto.Foto : ist

Berita

Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:39 WITA