Petani Asal Kabupaten Takalar Mengadu Ke Menteri Pertanian Republik Indonesia, Namun Surat Pengaduan Belum Direspon.

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 13:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR,FILALIN.COM, — Petani asal Kabupaten Takalar yakni Bahtiar Dg.Nai dan Gassing Dg.Ngalle mengadukan nasibnya ke Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman pada tanggal 19 Mei 2025 lalu melalui surat pengaduan Permohonan yang dikirim oleh Pendamping Hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Suara Panrita Keadilan.

Kedua petani warga asal Takalar tersebut lewat LBH Suara Panrita Keadilan mengirim surat dengan Nomor : 010/LBH-SPK/Permohonan/V/2025 perihal permohonan untuk memperoleh ganti rugi lahan perkebunan di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan namun sampai hari ini belum mendapat respon dari pihak Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Pendamping Hukum kedua warga atau petani asal Kabupaten Takalar dari LBH Suara Panrita Keadilan, Djaya Jumain berharap Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman memperhatikan petani asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan terkait dengan permohonan ganti rugi lahan perkebunan yang terletak di Desa Pa’bentengan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan yang diambil alih oleh Pemerintah dan saat ini digunakan oleh Kantor Balai Penerapan Standarisasi Instrumen Pertanian (BPISP) Kabupaten Gowa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahwa berdasarkan keterangan dari dua petani warga asal Takalar ini telah terjadi pembayaran pada tahun 1983 namun pihaknya tidak masuk dalam daftar pembayaran dan sampai hari ini belum menerima uang ganti rugi padahal mereka memiliki atau mengelola lahan dengan menanam jagung, padi dan Wijen, tutup Djaya Jumain (*).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK SULSELBAR DAN PEMKAB BULUKUMBA PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM EKI DAN KNMP
Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar Periode Baru, Dorong Penguatan SDM dan Pariwisata Daerah
Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia
FKM UIT Jalin MoA dengan Empat Sekolah di Bulukumba, Implementasikan Kerja Sama melalui Sosialisasi Manajemen Bencana
OJK SULSELBAR PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MELALUI SINERGI PROGRAM EKOSISTEM KEUANGAN INKLUSIF DAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI DESA ANGKUE KABUPATEN BONE
Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa
Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana
Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 12:54 WITA

OJK SULSELBAR DAN PEMKAB BULUKUMBA PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM EKI DAN KNMP

Senin, 11 Mei 2026 - 11:56 WITA

Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar Periode Baru, Dorong Penguatan SDM dan Pariwisata Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 11:06 WITA

Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia

Senin, 11 Mei 2026 - 10:59 WITA

FKM UIT Jalin MoA dengan Empat Sekolah di Bulukumba, Implementasikan Kerja Sama melalui Sosialisasi Manajemen Bencana

Senin, 11 Mei 2026 - 10:54 WITA

OJK SULSELBAR PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MELALUI SINERGI PROGRAM EKOSISTEM KEUANGAN INKLUSIF DAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI DESA ANGKUE KABUPATEN BONE

Berita Terbaru