BI Sulsel: Ekonomi Global Diliputi Ketidakpastian, Pertumbuhan Sulsel Masih di Bawah Nasional

- Penulis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar Bincang Bareng Media dengan tema “Perkembangan Ekonomi Sulsel Terkini dan Respon Kebijakan BI” pada Selasa (26/8). Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, memaparkan kondisi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian serta perkembangan ekonomi domestik, khususnya di Sulawesi Selatan.

Rezki menyebut indeks ketidakpastian global meningkat, baik dari sisi trade policy uncertainty, economic policy uncertainty, hingga risiko geopolitik. Konflik di Timur Tengah seperti perang Israel–Palestina dan ketegangan dengan Iran menjadi faktor utama yang mendorong tingginya ketidakpastian tersebut.

“Dengan kondisi ini, perekonomian global tahun ini diproyeksikan sedikit melambat dari 3,3 persen. Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok mengalami penurunan, sementara Jepang justru meningkat,” jelas Rezki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kebijakan moneter global juga menunjukkan tren pelonggaran. Bank Sentral AS (The Fed) diperkirakan menurunkan suku bunga dua kali tahun ini dan sekali lagi tahun depan. Sejalan dengan itu, inflasi AS cenderung melandai. Indeks dolar pun melemah hingga berada di bawah level 100, meski aliran modal ke negara berkembang (emerging market) masih terbatas.

Ekonomi Domestik Tumbuh 5,12 Persen

Di dalam negeri, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan triwulan II-2025 sebesar 5,12 persen, meningkat dari 4,87 persen pada triwulan sebelumnya.

“Ini jadi kabar baik, meskipun konsumsi pemerintah masih terkontraksi 0,3 persen. Pertumbuhan tertinggi ada di sektor pertambangan, yang sebelumnya sempat negatif kini kembali positif,” kata Rezki.

Secara spasial, pendorong utama pertumbuhan berasal dari Pulau Jawa dan Sumatera. Sementara itu, kawasan Sulawesi justru mengalami perlambatan, dari 6,06 persen menjadi 5,83 persen.

Sulsel Tumbuh 4,94 Persen, di Bawah Nasional

Jika dilihat lebih detail, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 4,94 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional. Bahkan Sulawesi Barat lebih rendah lagi, yakni 4,29 persen.

Meski begitu, beberapa provinsi lain di Sulawesi seperti Sulawesi Tengah, Tenggara, dan Utara mencatat pertumbuhan di atas rata-rata. Kontribusi terbesar tetap disumbang oleh Sulawesi Selatan dengan porsi 2,2 persen terhadap ekonomi kawasan.

Inflasi Terkendali

Sementara itu, inflasi nasional secara year-on-year masih terkendali di level 2,3 persen, di bawah target 2,5 persen. Inflasi year-to-date tercatat 1,69 persen.

Namun, Rezki mengingatkan adanya kenaikan harga bahan pangan (volatile food). “Inflasi pangan naik dari 0,6 persen menjadi 3,8 persen. Untuk Sulsel sendiri inflasinya masih moderat, sekitar 1,2 persen,” ujarnya.

Rezki menekankan, BI Sulsel akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas harga, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta memperhatikan dinamika global yang penuh ketidakpastian. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPPU Denda PT Semangat Logistik Andalan Rp2 Miliar atas Keterlambatan Notifikasi Akuisisi
Sambut HUT RI ke-81, Kapolresta Gowa Turun Langsung Bagikan dan Pasang Bendera Merah Putih di Rumah Warga
NIPAH PARK Pastikan Kondisi Aman dan Kondusif Setelah Peristiwa Kebakaran
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Ketahanan Stok BBM dan LPG 3 Kg di Bone
Al-Markaz Perkuat Literasi Ekonomi Umat melalui Ngobras “3 Wajah Ekonomi Umat
Kapal Latih SMK Negeri 3 Jeneponto Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta
Semarakan Anniversary 1 Tahun Avoce Celebes, Hadirkan Jalan Santai, Bakti Sosial, dan Hiburan Spektakuler di Bulukumba
Atraksi Menantang di HUT ke-18 UNIFA: Tim Rescuer Basarnas Aksi Rapelling Turunkan Spanduk Raksasa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:22 WITA

KPPU Denda PT Semangat Logistik Andalan Rp2 Miliar atas Keterlambatan Notifikasi Akuisisi

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:12 WITA

Sambut HUT RI ke-81, Kapolresta Gowa Turun Langsung Bagikan dan Pasang Bendera Merah Putih di Rumah Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:03 WITA

NIPAH PARK Pastikan Kondisi Aman dan Kondusif Setelah Peristiwa Kebakaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Ketahanan Stok BBM dan LPG 3 Kg di Bone

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:51 WITA

Al-Markaz Perkuat Literasi Ekonomi Umat melalui Ngobras “3 Wajah Ekonomi Umat

Berita Terbaru