Networking Session Kalla Institute: Siapkan Bisnis Mahasiswa Lebih Matang

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 05:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM, – Tim Inkubator Kalla Institute kembali melanjutkan komitmennya dengan mengadakan Networking Session, Bersama Praktisi Hebat! “From the field to your future”. Kegiatan ini diikuti oleh 23 mahasiswa terpilih selama proses Inkubasi sebelumnya.

 

Acara ini menghadirkan empat narasumber inspiratif, yaitu Wahyu Al Mardhani (CMO PT Sisi Timur Group/Ja & Joy), Ali Murtado (Owner dan Direktur OmChick Crispy), serta dua alumni sukses Kalla Institute, yaitu Ahyar (Owner Sjuk.id) dan Abdi Salam (Owner Tuan Tuna). Networking Session berlangsung di Auditorium Kalla Institute Lt. 6, Jumat lalu (09/05/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Wakil Rektor I Kalla Institute, Anhar Januar Malik, S.E., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk berkelanjutan dalam membangun ekosistem wirausaha sejak dini.

 

“Mahasiswa yang sampai pada tahap ini akan kami mentoring secara bertahap dan diarahkan untuk menjalankan bisnis secara terstruktur,” ucapnya.

 

Wahyu Al Mardhani membuka sesi pertama dengan materi seputar branding. Ia menekankan bahwa branding adalah rasa yang tercipta dari produk yang kita jual nantinya.

 

“Penguatan branding merupakan salah satu hal penting yang bisa membedakan kita dari kompetitor dan menjadi cara agar produk kita lebih mudah dikenal oleh pasar,” pungkasnya.

 

Ali Murtado kemudian membahas strategi marketing. Ia mengatakan bahwa produk kita harus memiliki ciri khas, memanfaatkan media sosial, dan memberikan pelayanan maksimal.

 

“Sebisa mungkin, ciptakan positioning yang baik untuk menarik pasar, lalu manfaatkan media sosial. Yang paling penting, jika bidang usahanya F&B, adalah memberikan pelayanan prima kepada customer,” tuturnya.

 

Acara semakin menarik saat alumni Kalla Institute turut membagikan pengalaman serta tips berbisnis dibidang F&B. Menurut Abdi Salam, Owner Tuan Tuna, ia ingin menghadirkan konsep restoran yang unik. Selain memiliki lokasi tetap, ia juga turut hadir dalam berbagai event kuliner.

 

“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan kami. Kami hadir lebih dekat dengan masuk ke berbagai event agar semakin banyak pelanggan yang bisa menikmati makanan kami,” ucapnya.

 

Senada dengan rekannya, Ahyar, Owner Sjuk.id, mengatakan bahwa salah satu indikator penting dalam usaha minuman adalah menjaga kehigienisan produknya.

 

“Kami ingin produk kami dikenal sebagai produk yang higienis oleh konsumen. Itu kami terapkan sebagai standar tetap kami. Selain itu, kami selalu turut serta dalam berbagai festival untuk menjangkau konsumen lebih luas,” katanya.

 

Kalla Institute secara resmi telah berhasil melahirkan lulusan yang siap berwirausaha. Selain menjadi pengusaha, banyak lulusannya yang juga telah diterima bekerja di berbagai sektor industri.

 

Kegiatan seru dan bermanfaat ini membuat Israfil, mahasiswa prodi Bisnis Digital semester 6, merasa sangat senang karena dapat memperoleh banyak ilmu yang dapat diaplikasikan ke platform bisnisnya, yaitu Aturmi-aturmi, yang berfokus membantu UMKM mengatur keuangannya.

 

“Banyak insight yang saya dapatkan kali ini, akan saya manfaatkan untuk mengembangkan platform yang sudah saya jalankan,”tutupnya.

 

Harapannya, para mahasiswa yang hadir saat ini bisa menguatkan tekad dan memperbesar usaha mereka serta berkomitmen menjalankan usaha mereka di masa depan. Sebagai tambahan, setelah Networking Session ini, para mahasiswa akan mendapatkan pelatihan tambahan dan pendampingan untuk mematangkan usaha yang akan mereka jalankan. Untuk mendukung terwujudnya wirausahawan muda, Kalla Institute memiliki empat program studi unggulan, yaitu Kewirausahaan, Bisnis Digital, Manajemen Retail, dan Sistem Informasi & Teknologi. (*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK SULSELBAR DAN PEMKAB BULUKUMBA PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM EKI DAN KNMP
Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar Periode Baru, Dorong Penguatan SDM dan Pariwisata Daerah
Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia
FKM UIT Jalin MoA dengan Empat Sekolah di Bulukumba, Implementasikan Kerja Sama melalui Sosialisasi Manajemen Bencana
OJK SULSELBAR PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MELALUI SINERGI PROGRAM EKOSISTEM KEUANGAN INKLUSIF DAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI DESA ANGKUE KABUPATEN BONE
Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa
Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana
Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 12:54 WITA

OJK SULSELBAR DAN PEMKAB BULUKUMBA PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM EKI DAN KNMP

Senin, 11 Mei 2026 - 11:56 WITA

Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar Periode Baru, Dorong Penguatan SDM dan Pariwisata Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 11:06 WITA

Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia

Senin, 11 Mei 2026 - 10:59 WITA

FKM UIT Jalin MoA dengan Empat Sekolah di Bulukumba, Implementasikan Kerja Sama melalui Sosialisasi Manajemen Bencana

Senin, 11 Mei 2026 - 10:54 WITA

OJK SULSELBAR PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MELALUI SINERGI PROGRAM EKOSISTEM KEUANGAN INKLUSIF DAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI DESA ANGKUE KABUPATEN BONE

Berita Terbaru