Dua WNI di Bali Tipu Putri Kerajaan Arab Saudi Rp512 M

- Penulis

Selasa, 24 Januari 2023 - 15:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Princess Lolowah

i

Princess Lolowah

Filalin, Bali – Princess Lolowah binti Muhammed Bin Abdullah Al Saud, putri kerajaan Arab Saudi, kena tipu dua warga negara Indonesia. Princess Lolowah disebut mengalami kerugian hingga Rp512 M.

Penipuan tersebut berawal pada tahun 2008. Saat itu, Princess Lolowah berkenalan dengan Eka Augusta Herriyani. Eka kala itu bekerja di perusahaan Malaysia, di mana Princess Lolowah merupakan salah satu pemegang sahamnya.

Princess Lolowah ingin menawarkan kerja sama dalam proyek real estate di Arab Saudi. Pada 2019, Princess Lolowah berkunjung ke Bali. Di sana, ia berkenalan dengan Evie Marindo Christina yang katanya dapat membantu perizinan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Keluarga Jemaah Umrah Asal Sulsel Klarifikasi Soal Dugaan Pelecehan saat Tawaf

Sang Putri pun tertarik untuk berinvestasi di Bali. Pada tahun 2010, ia meminta Eka mencarikannya lokasi untuk membangun sebuah vila.

Setahun kemudian, Eka dan Evi mendapatkan lokasi pembangunan vila di Banjar Sala, Kabupaten Gianyar.

Princess Lolowah pun mengecek lokasi tersebut dan menyetujuinya. Eka kemudian meminta uang pembelian tanah dan biaya pembangunan ke Princess Lolowah. Ia mentransfer uang yang diminta Eka secara bertahap, sejak 2011-2018 total uang yang dikirim sebanyak Rp505 miliar.

Uang yang telah dikirim digunakan untuk membeli tujuh bidang tanah sebesar Rp38 miliar, dan pembangungan vila Rp37 miliar.

Setelah serangkaian transaksi, pembangunan vila tak juga kunjung selesai. Malahan, sisa uang itu digunakan oleh Eka dan Evi untuk membeli sejumlah tanah dan mobil pribadi. Putri Lolowah pun merugi sekitar Rp429 miliar.

Tidak sampai disitu, pada tahun 2018 Princess Lolowah juga mengirimkan uang sebesar Rp7 miliar ke Eka. Rencananya, ia ingin membeli sebidang tanah di Jalan Pantai Berawa, Badung.

Namun, Princess berubah pikiran dan ingin berinvestasi di tempat lain. Ia meminta Eka untuk mengembalikan uangnya, namun juga tak kunjung dikembalikan.

Baca Juga: Konsumsi Sabu dan Miras, Pria di Jakbar Tidur di Atas Pohon

Tak lama kemudian terungkap bahwa tanah di Jalan Pantai Berawa ternyata tidak diperjualbelikan.

Kini keduanya ditahan dan kenakan pasal pasal 3 dan/atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 tentang TPPU Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kedua pelaku divonis 19 tahun penjara dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Dalam sidang pembacaan putusan, Majelis Hakim memvonis kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 19 tahun sama seperti tuntutan yang telah disampaikan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejaksaan Negeri Gianyar,” ungkap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar I Gede Ancana, dalam keterangan resmi, Senin (23/1/2023).

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang
Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng
Tak Temukan Titik Temu Konflik Agraria di Jalur Formal, Petani Laoli Mengadu ke Kedatuan Luwu
KPPU Makassar Dorong Persaingan Sehat dan Kemitraan Adil di Sektor Perunggasan Sulawesi Selatan
Peradi Profesional Sulsel Apresiasi SEMA MA, Dinilai Perjelas Kepastian Hukum Putusan Bebas
DPD PERADI Profesional Sulsel Soroti Tiga Momentum Penting Penegakan Hukum di Indonesia
Polresta Gowa Luruskan Isu Dugaan Tangkap Lepas, Bantah Terima Uang Rp5 Juta
Safari Subuh Kamtibmas, Kapolresta Gowa Ajak Jamaah Bersinergi Jaga Keamanan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Dampak Hukumnya Digelar di Desa Nirannuang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:52 WITA

Pererat Silaturahmi, Babinsa Kodim 1409/Gowa Gelar Safari Subuh dan Komsos di Desa Kalebarembeng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:19 WITA

Tak Temukan Titik Temu Konflik Agraria di Jalur Formal, Petani Laoli Mengadu ke Kedatuan Luwu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:50 WITA

KPPU Makassar Dorong Persaingan Sehat dan Kemitraan Adil di Sektor Perunggasan Sulawesi Selatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Peradi Profesional Sulsel Apresiasi SEMA MA, Dinilai Perjelas Kepastian Hukum Putusan Bebas

Berita Terbaru