Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 11:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,FILALIN.COM,. – Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan kedua korban yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Buakkang, Dusun Kaluarrang, Desa Buakkang, Kecamatan Bungayya, Kabupaten Gowa. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif.

 

Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 9 Mei 2026, saat pasangan suami istri, Kamuddin (58) dan Lami Dg Ngugi (57), sedang menjala ikan. Cuaca ekstrem di hulu sungai memicu luapan debit air secara mendadak yang menyeret keduanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Korban pertama, Kamuddin, ditemukan oleh warga pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 13.20 WITA. Jasadnya ditemukan masih terlilit jala ikan di aliran sungai.

 

Menyusul penemuan tersebut, Tim Rescue Basarnas Makassar bersama unsur potensi SAR lainnya terus melakukan penyisiran menyusuri aliran sungai. Upaya ini membuahkan hasil pada Senin, 11 Mei 2026 pagi. Korban kedua, Lami Dg Ngugi, ditemukan sekitar pukul 08.30 WITA.

 

“Korban perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran sungai, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari titik penemuan korban pertama,” ungkap Kepala Kantor Basarnas Makassar, Arif Anwar.

 

Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR di Sungai Buakkang dinyatakan selesai dan ditutup. Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

 

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca dan debit air sungai sebelum beraktivitas, terutama di wilayah yang rawan arus deras saat hujan di hulu,” tambah Arif.

 

Operasi ini melibatkan personel gabungan dari Basarnas Makassar, kepolisian, TNI, BPBD Gowa, serta relawan dan warga setempat yang bahu-membahu sejak laporan diterima.(*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK SULSELBAR DAN PEMKAB BULUKUMBA PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM EKI DAN KNMP
Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar Periode Baru, Dorong Penguatan SDM dan Pariwisata Daerah
FKM UIT Jalin MoA dengan Empat Sekolah di Bulukumba, Implementasikan Kerja Sama melalui Sosialisasi Manajemen Bencana
OJK SULSELBAR PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MELALUI SINERGI PROGRAM EKOSISTEM KEUANGAN INKLUSIF DAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI DESA ANGKUE KABUPATEN BONE
Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa
Mimpi Anak Pulau Itu Kini Bernama Sarjana
Ketika Data Menjadi Senjata Pembangunan
Di Balik Angka Sensus Ekonomi: Kisah Abdul Rahman Menembus Lorong Demi Data untuk Negeri
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 12:54 WITA

OJK SULSELBAR DAN PEMKAB BULUKUMBA PERKUAT LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PROGRAM EKI DAN KNMP

Senin, 11 Mei 2026 - 11:56 WITA

Pengukuhan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar Periode Baru, Dorong Penguatan SDM dan Pariwisata Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 11:06 WITA

Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia

Senin, 11 Mei 2026 - 10:59 WITA

FKM UIT Jalin MoA dengan Empat Sekolah di Bulukumba, Implementasikan Kerja Sama melalui Sosialisasi Manajemen Bencana

Senin, 11 Mei 2026 - 10:54 WITA

OJK SULSELBAR PERKUAT LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN MELALUI SINERGI PROGRAM EKOSISTEM KEUANGAN INKLUSIF DAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DI DESA ANGKUE KABUPATEN BONE

Berita Terbaru