Ironis! Gamelan Kuno Seharga Rp 1,2 M Dicuri, Pelaku Cuma Jual Rp 6 Juta

- Penulis

Minggu, 5 Februari 2023 - 15:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Filalin, Yogyakarta – Polsek Mergangsan, Yogyakarta, telah menangkap dua pencuri yang mencuri gamelan kuno bernilai lebih dari Rp 1 miliar. Namun, pelaku pencurian hanya menjual benda tersebut seharga Rp 6 juta.

Kapolsek Mergangsan, Kompol Sigit Ariyanto menyebut Kejadian pencurian ini terjadi pada Desember lalu. kasus ini dilaporkan oleh Jojok Hadiwahyono dan Sunaryo.

Kejadian bermula saat mereka mengunjungi Pendopo Wayang Ukur Sukasman. Ketika masuk, mereka menemukan dinding pendopo yang terbuat dari asbes telah jebol dan 3 gamelan hilang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Keluarga Mahasiswa UI yang Tewas Kecelakaan Laporkan AKBP (Purn) Eko ke Polda Metro Jaya

“Dari pendopo itu yang sudah rusak atau jebol saudara pelor mengecek keberadaan gamelan tersebut didapati 3 gamelan sudah tidak pada tempatnya,” ujar Sigit di Polsek Mergangsan, Kamis (2/2/2023).

Satu hari setelah kejadian, Jojok melaporkan pencurian tersebut ke polisi. Tim kepolisian kemudian melakukan penyelidikan kasus pencurian barang antik tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan informasi tentang aktivitas jual beli gamelan yang berasal dari galeri korban. Kemudian, polisi mulai menyelidki informasi tersebut lebih dalam.

“Kita dapat informasi, dua orang pria menjual gamelan dengan ciri menggunakan jaket ojek online berwarna hijau langsung kita dalami dari bukti yang ada CCTV mengarah ke seseorang,” kata Sigit.

Setelah mengumpulkan informasi yang cukup, akhirnya pada 24 Januari, polisi berhasil menangkap para pelaku. Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita satu unit sepeda motor dan jaket ojek online sebagai barang bukti.

Ironisnya, benda antik yang dicuri tersebut hanya dijual oleh para pelaku dengan harga yang sangat murah, yaitu sebesar Rp 6 juta per buah.

“Jadi satu unit gamelan dijual Rp 6 juta,” kata Sigit.

Menurut Sigit, para pelaku mencuri benda itu secara acak dan tidak memiliki pengetahuan mengenai nilai barang yang mereka curi.

Baca Juga: Usai Anaknya Jadi Tersangka Penganiayaan, Anggota DPRD Wajo Akan Tertibkan Parkir Liar

“Mereka biasanya hanya random saja. Bukan karena nilai jual tinggi. Kalau sebenarnya nilai satu set, tahun 1995 itu kan sudah sempat ditawar Rp 1,2 M, mereka mungkin tidak ngerti pasaran,” katanya.

Ia menjelaskan, gamelan yang diambil meliputi jenis gamelan peking, saron, dan demung.

Kedua pelaku sekarang dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel filalin.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBPOM Makassar Gelar Aksi Nasional Cegah Penyalahgunaan OOT, Generasi Muda Jadi Fokus Utama
HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur
Satgas PASTI Hentikan Aktivitas Ilegal Magento, Diduga Gunakan Modus Investasi Berkedok E-Commerce
Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia
Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa
Kejati Sulsel Soroti Sewa Lahan PT IHIP di Lutim, Minta Dilakukan Appraisal Ulang
Basarnas Makassar Terjunkan Tim Rescue Bone Cari Lansia yang Hilang di Arasoe Bone
Bea Cukai Sulbagsel Musnahkan Rokok dan Minuman Beralkohol llegal
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:30 WITA

BBPOM Makassar Gelar Aksi Nasional Cegah Penyalahgunaan OOT, Generasi Muda Jadi Fokus Utama

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:14 WITA

HMPLT Demo BPK Sulsel, Desak Audit Investigatif APBD Luwu Timur

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:55 WITA

Satgas PASTI Hentikan Aktivitas Ilegal Magento, Diduga Gunakan Modus Investasi Berkedok E-Commerce

Senin, 11 Mei 2026 - 11:06 WITA

Basarnas Makassar Temukan Kedua Korban Terseret Arus Sungai Buakkang dalam Kondisi Meninggal Dunia

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:52 WITA

Anggota Komisi I DPR RI Soroti Ancaman Kejahatan Digital dalam Dialog Kebangsaan di Gowa

Berita Terbaru