Makassar, Filalin.com – Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng dengan terbongkarnya praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025. Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia Timur, kini tengah menjadi sorotan akibat dugaan keterlibatan internal kampus dalam praktik perjokian terorganisir.
Koordinator Pelaksana UTBK Unhas, Nurul Insani, mengungkap bahwa kasus ini melibatkan sindikat dari lembaga bimbingan belajar (bimbel) yang diduga bekerja sama dengan enam orang dari tim IT internal Unhas. Sindikat tersebut diduga melakukan sejumlah pelanggaran serius, mulai dari pemalsuan identitas peserta hingga manipulasi sistem komputer yang digunakan dalam pelaksanaan UTBK.
Modus: Dari Pemalsuan Identitas hingga Kendali Jarak Jauh
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangan resminya, Nurul Insani menjelaskan bahwa sindikat ini menggunakan berbagai modus untuk meloloskan peserta palsu. Salah satu teknik yang digunakan adalah pemalsuan data peserta UTBK, yang memungkinkan orang lain — dalam hal ini joki — untuk menggantikan posisi peserta asli saat ujian berlangsung.
Namun yang paling mengejutkan adalah dugaan manipulasi sistem komputer. Menurut hasil investigasi awal, enam orang dari tim IT internal Unhas diduga mengatur agar komputer peserta bisa dikendalikan dari jarak jauh. Dengan teknik ini, para joki dapat mengerjakan soal-soal UTBK dari lokasi lain, seolah-olah dikerjakan langsung oleh peserta di ruang ujian.
Pemeriksaan Polisi: 6 Orang IT Diperiksa, Penyidikan Masih Berlangsung
Humas Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, membenarkan bahwa enam orang dari tim IT internal telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Mereka tengah didalami keterlibatannya dalam manipulasi sistem ujian. Ishaq menyatakan bahwa pihak universitas menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum untuk ditangani secara transparan dan profesional.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Komitmen kami adalah menjaga integritas proses seleksi nasional dan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti terlibat,” tegas Ishaq.
Unhas Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan Mitra Eksternal
Di tengah berbagai spekulasi, panitia pelaksana UTBK Unhas menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan pihak luar atau mitra dalam praktik kecurangan ini. Semua dugaan keterlibatan masih terbatas pada oknum dari internal kampus. Hal ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan tinggi, bahwa tantangan integritas tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam.
“Seluruh mitra kerja resmi dalam penyelenggaraan UTBK tetap menjalankan tugasnya sesuai standar prosedur. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan SDM yang terlibat,” tambah Nurul Insani.
Menyikapi Ancaman Terhadap Integritas Seleksi Nasional
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di tengah masyarakat. UTBK adalah bagian dari Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yang seharusnya menjadi proses seleksi murni dan adil untuk seluruh calon mahasiswa di Indonesia. Jika celah manipulasi ini tidak segera ditutup, kepercayaan terhadap sistem seleksi nasional bisa runtuh.
Pakar pendidikan dan teknologi informasi mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan keamanan sistem UTBK. Selain itu, seleksi dan pelatihan ketat terhadap personel yang menangani sistem IT juga dianggap sangat penting untuk mencegah kecurangan serupa di masa mendatang.
Arah Penyelidikan Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus menggali informasi dan menyelidiki lebih dalam jaringan yang terlibat. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring perkembangan penyidikan.
Sementara itu, publik menantikan transparansi dari pihak kampus dan lembaga penyelenggara seleksi nasional. Harapan terbesar adalah agar keadilan tetap ditegakkan, dan integritas dunia pendidikan tidak dibiarkan hancur oleh ulah segelintir oknum. (*)



















